[Studi Kasus] Facebook vs Instagram, Mana yang Lebih Baik untuk Beriklan?

Ketika beriklan di platform Facebook, sebagian besar orang akan memilih auto placement. Alasannya sederhana, biar gak ribet aja. Toh algoritma Facebook nanti akan otomatis mencarikan placement terbaik untuk iklan kita.

Studi kasus ini sendiri bermula dari situ, yang mana saya bener-bener penasaran aja, pengen tau kalau saya pakai placement manual hasilnya gimana.

Sebelum lebih jauh, saya akan kasih gambaran singkat terlebih dahulu.

  • Iklan menggunakan objective conversion dengan event AddToCart
  • Saya membedakan 2 campaign untuk masing2 placement
  • Saya menggunakan 2 custom event, yakni Shopee dan WhatsApp (selanjutnya akan saya bahas nanti)
  • Budget menggunakan CBO (masing-masing Rp 200.000)
  • AdSet sama persis, dari mulai targeting, dsb.
  • Total masing-masing menggunakan 4 AdSet (2 AdSet Interest, 1 AdSet Retargeting dan 1 AdSet Lookalike 2%)
  • Iklan sama persis, kecuali di IG story saya menggunakan custom image

Oke, selanjutnya saya akan menjelaskan kenapa saya menggunakan custome event WhatsApp dan Shopee. Singkatnya karena saya memang memberikan 2 pilihan kepada pembeli, mau beli di Shopee langsung silahkan, beli di WhatsApp monggo.

Jadi tiap tombol beli ada 2 event, AddToCart dan event masing-masing.

BTW, ini saya lakuin karena saya jual produk “brand” sendiri, saya cukup PD buat langsung ngarahi pembeli ke Shopee.

Hasil Iklan

Saya jelasin dulu ya, yang atas Facebook, bawah Instagram. Jelas ya?

Dari sisi hasil, sebenarnya gak beda-beda jauh. Total hasilnya sekitar 30an ATC dengan biaya sekitar Rp 5000. Tapi ada beberapa perbedaan yang bisa saya amati, yakni user Facebook hampir 50% memilih WhatsApp sebagai media berbelanja online. Hal ini sangat berbeda dengan user di Instagram, yang mana tidak sampai 30% yang memilih WhatsApp.

Dari sini ada satu kesimpulan yang bisa saya ambil, yakni user di Instagram mayoritas adalah smart buyer. Terbukti dari sebagian besar dari mereka yang lebih memilih beli di Shopee.

BTW, saya juga gak paham kenapa “AddToCart” yang di Instagram jumlahnya hanya 35, harusnya 37. Mungkin gak ke firing dengan baik event pixel saya. Cuma gpp lah ya, masih bisa dijadikan bahan.

Sekarang kita beralih ke hasil dari setiap AdSet. Sama seperti sebelumnya, saya akan jelaskan dulu biar paham.

  • Gambar pertama placement di Facebook
  • Gambar kedua placement di Instagram
Placement di facebook
Placement di Instagram

Kita bisa sama-sama lihat, dari sisi hasil setiap AdSet. AdSet di Facebook dengan targeting interest (yang saya blur) bekerja dengan kurang baik. Untuk lookalike dan retargeting overall berjalan dengan baik.

PS: Untuk lookalike di Instagram, hasilnya gak ada bukan karena jelek, tapi karena telat di approve. Saya juga gak paham kenapa yang lain udah di approve duluan, dianya baru sore-nya di approve.

Behavior

Saya juga sengaja membedakan CS dari setiap masing-masing campaign. Hasilnya adalah CS saya yang kebagian trafik dari Facebook geleng-geleng kepala.

Ada yang masih tanya harga, setelah dikasih tau harga kabur, pokoknya manusia sejenis itulah. Seller online pasti paham.

User Instagram ada juga gak? Ada juga, tapi gak separah di Facebook. Toh juga yang masuk ke WhatsApp dari Instagram cuma ada 7 orang doang.

Selain itu, di Instagram sangat minim orang bertanya di komentar terkait harga dan sejenisnya. Kalau di Facebook? Ya udah pasti bejibun, gak perlu lah saya sampai harus screenshot, yang sering ngiklan pasti paham.

Followers Growth

Biar enak saya sebut Followers aja ya, kalau di Facebook sebenernya likes.

Di Instagram, hampir setiap harinya ada penambahan followers mencapai 30an orang / hari. Total secara keseluruhan dari saya ngiklan sampai tulisan ini saya terbitkan, ada sekitar 1300 followers.

Di Facebook? Cuma ada 72 likes doang.

Kesimpulan

Ini kesimpulan saya pribadi ya, gak bisa 100% dijadikan patokan. Menurut pengalaman saya, user di Instagram lebih memiliki daya beli yang lebih baik dan juga lebih terbiasa berbelanja online di platform marketplace.

Hal ini bisa dilihat dari hasil iklan dan juga behaviour dari calon pembeli. User di Facebook ribetnya minta ampun!

Terakhir dari saya, saya ada group di Telegram namanya Instagram Marketing Hub, yang pingin join bisa langsung klik https://t.me/igmarketinghub. GRATIS!

Total
12
Shares
2 komentar
  1. Berdasarkan pengalaman test juga mas, yang dari fb cenderung hit n run, lebih sering clbk alias chat lama beli kagak

    Sementara yg dr ig lebih teredukasi, lebih mudah closing & mudah di edukasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *