Blueprint SEO: Cara Melakukan SEO dari A sampai Z

Blueprint SEO

Banyak dari temen-temen internet marketer yang ketika bertemu dengan saya secara langsung menanyakan beberapa teknis terkait SEO. Hal inilah yang akhirnya menginspirasi saya menulis blueprint SEO ini di blog, biar kalau ada yang ketemu lagi, setidaknya bisa kasih bahan ini.

Blueprint SEO ini berisi beberapa konsep yang sering saya gunakan ketika melakukan optimasi pada sebuah Web atau Blog. Namun meskipun begitu, perlu digarisbawahi bahwa mengikuti strategi SEO yang terdapat di blueprint SEO ini tidak akan menjamin auto page one.

So, tidak usah terlalu berbasa-basi, tulisan ini akan jadi tulisan super panjang yang, karena saya akan jelaskan juga alasan-alasan saya melakukan strategi SEO tersebut.

Selamat membaca, semoga tidak membosankan!

Memilih Niche Blog

Secara pribadi, saya seringkali menyarankan untuk memilih niche berdasarkan minat atau hobi. Mengapa demikian? Tentu ada beberapa alasan.

Alasan pertama dari sisi teknis kita akan lebih mudah mengelola blog yang secara topik kita benar-benar paham terhadap topik yang sedang kita kerjakan. Sebagai contoh misalnya kita hobi memancing, tentu kita benar-benar paham artikel-artikel seperti apa yang harus disajikan kepada para pembaca.

Berbeda dengan orang yang cuma mengandalkan artikel dari hasil rewrite atau cuma sekadar beli ke penyedia jasa penulis kemudian langsung publish.

Gak salah memang beli artikel atau rewrite dari artikel lain, tapi pastikan bahwa artikel tersebut benar-benar sesuai.

Anggaplah misal kalian mengunjungi sebuah blog tentang SEO yang isinya berupa artikel hasil rewrite vs. blog yang artikel-nya kaya di blog ini (berdasarkan pemikiran dan pengalaman saya sebagai penulis), kira-kira ketika kalian membaca, apa yang ada di benak kalian? Ngerti kan maksud saya?

Alasan yang kedua dari sisi non-teknis. Ketika membangun blog sesuai dengan minat atau hobi kita, secara mindset umumnya kita akan cenderung lebih punya semangat berbagi daripada sekadar nyari uang doang.

Iseng-iseng lah nulis, niatnya nyalurin hobi aja, syukur-syukur dapet uang dari hobi kita. Ya persis kaya blog ini, saya juga bahkan belum ngerti apakah blog ini akan menghasilkan uang buat saya, saya cuma nyalurin hobi nulis saya saja.

Riset Kata Kunci

Secara pribadi saya memiliki pendapat bahwa ketika kita bermain SEO, hal yang mustinya dilakukan adalah mencari kata kunci dengan pencarian yang cukup tinggi.

Mengapa demikian? Karena menurut saya, main SEO adalah perang di halaman pertama. Kuat-kuatan strategi. Kalau search volume rendah artinya kita main di kompetisi yang rendah. Kalau begitu ceritanya, kita cukup main SEO dengan cara sangat sederhana. Nggak perlu ngikutin blueprint ini.

Artinya tidak ada yang istimewa dalam hal riset kata kunci dari teknis saya, karena memang saya mengincar keyword umum yang pencariannya cukup tinggi. Jadi ya cukup gunakan nalar dan ngintip kompetitor aja.

Untuk tools sendiri, saya menggunakan 3 tools:

  • Keyword Planner
  • Ahrefs
  • Google Trends

Khusus untuk Google Trends hanya saya gunakan untuk memantau keyword-keyword baru saja. Misalnya Gadget keluaran terbaru, jadi saya tahu keyword seputar gadget terbaru dan bisa page-one duluan dibandingkan kompetitor.

Google trends juga biasanya saya pakai untuk mencari produk yang lagi hot di market 😀

Pemetaan Kata Kunci

Pementaan kata kunci ini sudah pernah saya bahas di blog sebelah, mastahseo.com. Ada 2 poin penting yang biasa saya lakukan untuk pemetaan kata kunci ini, penjelasannya ada dibawah ini:

Penggunaan Kata Kunci

Setiap kata kunci tidak selalu saya gunakan untuk artikel, ada beberapa kata kunci yang saya gunakan untuk kategori atau tag.

Anggaplah misal kata kunci: Pantai di Banten. Kata kunci semacam ini akan saya gunakan untuk kategori atau tag (tentunya saya juga melakukan SEO untuk halaman ini). Untuk artikel, saya fokus ke area yang lebih kecil. Misalnya, “Pantai Sambolo”, “Pantai Sawarna” dan sebagainya.

Penggabungan Kata Kunci

Tidak semua kata kunci bisa digabung dalam 1 halaman / artikel, ini kesalahan umum yang biasa saya temukan. Hal ini kaitannya dengan search intent.

Misalnya saja saya sering melihat banyak pemain SEO yang menggunakan judul, “Jual Manfaat Obat Asam Urat”. Penggunaan kata kunci semacam ini akan membuat search intent menjadi rancu, dan berujung dengan tidak ranking kedua kata kunci yang di incar dan digabungkan tersebut.

Pengurutan Kata Kunci

Ini yang sering saya lakukan jauh sebelum sebuah project dimulai. Ya, saya biasa membuat sebuah blog dengan sub topik yang berurutan. Saya ambil contoh sederhana saya ingin membuat blog dengan topik teknologi (umum), hal pertama yang akan saya lakukan adalah mencari sub-topik pembahasan dan mencari urutan kata kuncinya.

Saya ambil contoh saya ingin membahas seputar Windows 10, maka saya akan mengumpulkan kata kunci yang terkait dan saling berurutan. Misalnya:

  • Cara Membuat Bootable Windows 10 dengan Flashdisk
  • Cara Install Windows 10 dengan USB Flashdisk
  • Cara Aktivasi Windows 10
  • Dan seterusnya

Urutan kata kunci ini yang nantinya akan saya gunakan untuk mempublikasikan artikel. Jadi publish-nya juga harus urut, gak lompat-lompat.

Mengapa demikian? Karena untuk mempermudah pengelolaan internal link.

Penulisan Artikel

Penulisan artikel ini pada umumnya akan lebih mudah jika tahap pertama diatas beres, karena kita udah punya data dari keyword yang kita pilih.

Dalam urusan penulisan artikel, beberapa hal penting yang biasa saya lakukan, antara lain sebagai berikut.

Melihat Kompetitor

Hal pertama yang saya lihat adalah artikel milik kompetitor. Saya akan menganalisa apa yang kurang dari artikel milik kompetitor. Dari kekurangan-kekurangan tersebut akan saya catat untuk bahan penulisan artikel atau saya serahkan catatan tersebut ke tim penulis.

Anggaplah saya ingin membuat artikel untuk keyword “Cara Install Windows 10”, saya akan mencari data kekurangan dari artikel milik kompetitor saya. Dengan begitu, saya benar-benar harus mengerti bagaimana melakukan installasi Windows 10 yang baik dan benar.

Agak susah memang menganalisa kekurangan dari kompetitor jika kita tidak paham topik blog yang sedang kita kerjakan. Usahakan kita terlebih dahulu mempelajari topik blog yang sedang kita bahas.

Memahami Search Intent

Memahami search intent adalah bagian yang sangat penting dalam hal penulisan artikel. Hampir mirip dengan poin pertama, kita harus tahu apakah artikel yang kita tulis adalah artikel yang dibutuhkan pembaca. Artinya dibutuhkan pengetahuan soal topik yang kita tulis tersebut atau

Membuat Artikel Senatural Mungkin

Membuat artikel yang SEO Friendly adalah hal yang baik, tapi memaksakkannya untuk 100% SEO akan membuat artikel kita tidak menarik untuk dibaca. Saya lebih memilih menulis artikel yang human friendly terlebih dahulu, syukur-syukur bisa SEO Friendly.

Contoh nyata bisa dilihat di blog misalnya mastahseo.com, banyak artikel saya yang lebih mengutamakan human friendly daripada SEO friendly. Dan justru karena interaksi pembaca tinggi (benar-benar dibaca) sehingga bounce rate rendah, banyak keyword mastahseo.com yang ada di halaman pertama Google.

Memahami Content Marketing

Ya, ini poin yang sebenarnya optional. Tapi memahami teknis content writing yang menarik seperti misalnya teknis AIDA akan membuat sebuah artikel lebih mudah merangsek ke halaman pertama Google.

Ingat satu hal, di era SEO Modern seperti sekarang, kekuatan interaksi user terhadap konten sangat berpengaruh dalam SEO.

Internal Link

Seperti yang dijelaskan diatas (soal pengurutan kata kunci), internal link akan lebih mudah kita buat ketika kita membuat artikel yang berurutan pula.

Misalnya dari “cara membuat bootable flashdisk” ke “cara install windows 10”. Kita bisa bikin di bagian bawah artikel “cara membuat bootable flashdisk” misalnya.

Untuk tutorial Install Windows 10, silahkan klik disini.

Beberapa poin yang biasanya saya perhatikan dalam pembuatan internal link antara lain:

1. Call to action

Jadi saya membuat sebuah call to action agar pengunjung mau melanjutkan ke artikel selanjutnya. Dengan teknis pengurutan artikel diatas, akan sangat mudah kita dalam membuat call to action, karena memang artikelnya mengharuskan pengunjung membaca artikel selanjutnya.

Sederhananya, saya lebih suka membuat kalimat yang kemudian mengarahkan ke halaman lain daripada sekadar baca juga: blablabla.

2. Relevan Satu Sama Lain

Pada dasarnya, internal link yang tidak relevan bukanlah sebuah masalah. Namun internal link yang relevan akan membuat interaksi pengunjung di blog kita akan semakin baik.

Saya jarang memaksakan anchor text untuk urusan internal link, karena yang terpenting adalah interaksi pengunjung.

3. Jangan Tempatkan di Awal Paragrap

Ini yang biasa saya lakukan. Tujuannya sederhana, yakni agar pengunjung tidak teralihkan perhatiannya ke artikel lain sebelum dia selesai membaca artikel yang pertama kali dia kunjungi.

Kalau sampai terjadi, bounce rate untuk artikel yang pertama dia kunjungi akan tinggi.

Sampai pada tahap ini, urusan keyword dan content selesai, selanjutnya urusan on-page SEO.

Optimasi On-Page SEO

Strategi on-page SEO yang biasa saya lakukan umumnya sedikit lebih rumit dari sisi teknis dan tidak saya lakukan sendirian. Hal ini dikarenakan ada beberapa hal yang secara teknis tidak bisa saya kerjakan sendiri.

Disini saya tidak akan membahas masalah judul yang harus mengandung keyword atau sebagainya, karena hal tersebut adalah hal yang sangat umum dan mudah dipelajari. Selain itu, beberapa poin terkait on-page juga sudah saya sebutkan di bagian penulisan artikel diatas. Misalnya saja masalah internal link.

Saya akan bahas hal lain yang lebih deep.

Validasi Schema Markup

Validasi Schema Markup seringkali saya lakukan pada plugin dan theme.Ya, ini poin penting yang jarang orang perhatikan. Sebuah theme dan plugin yang dibuat oleh 2 developer yang berbeda, bisa menyebabkan beberapa masalah.

Anggaplah saya menggunakan theme ini (yang dipakai oleh blog ini), saya harus memastikan beberapa struktur tidak bentrok dengan plugin lain, misalnya plugin SEO All in One SEO Pack.

Blueprint SEO: Cara Melakukan SEO dari A sampai Z 8

Di bagian schema.org ini, saya sengaja tidak centang. Hal ini karena saya tidak menginginkan All in One SEO memberikan markup otomatis ke on-page saya. Saya seringkali lebih menggunakan schema markup manual (koding manual di theme) jika memang membutuhkan hal tersebut.

Untuk memastikan hal tersebut benar, kita bisa melakukan validasi dengan Rich Result Test.

Selain hal tersebut, kita juga harus memastikan theme yang kita gunakan dibuat dengan baik oleh developernya. Jangan sampai ada error atau tidak valid.

FYI: Banyak theme yang bermasalah dengan hal ini. Salah satunya yang cukup populer adalah GeneratePress. Misalnya ketika kita atur hide author aja, bisa langsung tidak valid.

Ketika tidak valid itu terjadi, ada 2 pilihan yang bisa dilakukan:

  • Ganti theme (cara praktis)
  • Perbaiki (perlu pengetahuan koding)

Kecepatan Web

Kecepatan web ini umumnya dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:

  1. Penggunaan file gambar berukuran besar
  2. Server / hosting spesifikasi rendah
  3. Pengaturan server yang tidak tepat (tidak ada cache dan sebagainya)
  4. File Javascript dan CSS yang tidak di minify
  5. File Javascript dan CSS yang dimuat dibagian atas
  6. Dan masih banyak lagi

Setiap website punya masalah kecepatan yang berbeda, untuk mengetahui penyebabnya bisa di cek menggunakan tool PageSpeed Insights. Dari situ nanti akan kita data masalah-masalah apa yang harus segera kita perbaiki.

Mobile Friendly

Google sendiri sudah mengatakan bahwa algoritma mereka sekarang berfokus pada mobile. Artinya kita harus benar-benar memastika design yang kita gunakan benar-benar mobile friendly.

Jangan salah kira, theme yang menawarkan mobile friendly banyak yang tidak valid juga kok, untuk itu pastikan dengan Mobile Friendly Test terlebih dahulu.

Optimasi Off-page SEO

Kita lanjut ke urusan off-page SEO. Untuk urusan off-page ini ada beberapa hal yang saya lakukan.

Backlink

Untuk backlink saya gak terlalu ribet sebenarnya, tapi umumnya saya hanya menggunakan contextual backlick aja. Sumbernya antara lain dari:

  • PBN (Private Blog Network)
  • Guest post (di hipwee dan sebagainya)
  • Guest post (di blog temen)
  • Blogger review / kontes SEO (biasanya untuk website jualan pribadi / client)
  • Dan beberapa platform lain

Untuk urusan backlink ini, saya umumnya hanya mengarahkan ke homepage, jarang sekali saya mengarahkan ke artikel (terkecuali emang seret banget gak naik-naik).

Yang membedakan strategi backlink saya mungkin hanya terkait artikel untuk backlink aja. Saya seringkali membuat artikel random (secara keyword). Kemudian ada 1 kalimat yang menyebutkan, misalnya “Berikut adalah tips SEO yang saya kutip dari mastahseo.com”.

Sementara untuk backlink ke artikel, agak sedikit lebih rumit (makanya saya jarang makai kalau udah page-one dengan modal backlink ke homepage). Untuk backlink ke arah artikel, saya biasanya melakukan riset terlebih dahulu.

Anggaplah saya ingin merankingkan artikel “Spesifikasi Realme U1”, untuk artikel yang digunakan sebagai backlink, sebisa mungkin saya tidak membahas artikel dengan keyword yang sama. Saya akan membuat artikel misalnya dengan Keyword:

  • Smartphone 2 Jutaan
  • Smartphone RAM 3GB
  • Dan sejenisnya

Artikel tersebut yang nantinya salah satunya menyebutkan “Realme U1” sebagai salah satu smartphone dan tentunya memberikan backlink ke moneysite.

Media Sosial

Untuk media sosial ini saya sih gak wajib-wajib banget, gak semua blog saya main di sosmed. Tapi dari hasil pengamatan, saya melihat kalau artikel yang mendapatkan share di Facebook (secara natural) bisa lebih cepet naik ke halaman pertama Google.

Sebagai contohnya, keyword “LSI Keyword Generator” di mastahseo.com.

Keyword ini (seingat saya) tidak saya backlink sama sekali, tapi karena interaksi dari media sosial cukup tinggi, secara perlahan halaman ini naik ke urutan 4 Google.

Branding

Branding yang kuat juga bisa membantu sebuah website lebih cepat naik ke halaman pertama Google. Saya ambil contoh sederhana keyword-keyword berikut.

Dan ada pencarian “jasa artikel mastah seo”, hal tersebut akhirnya membantu keyword utama untuk naik ke halaman pertama.

Proses Audit

Jangan dikira ketika sudah page-one, proses SEO berhenti begitu saja. SEO tidak sesederhana itu bung.

Hal yang wajib kita lakukan adalah memantau hasil SEO yang sudah kita kerjakan. Tools yang wajib dipakai ya Toolsnya Google langsung, yakni Google Search Console dan Google Analytics.

Baca data yang ada di Google Search Console, kalau ada kesalahan segera cari tahu keselahan tersebut dan perbaiki.

Misalnya pada gambar diatas saya tandain panah, ada kesalahan pada bagian Kebergunaan Seluler. Artinya ada masalah mobile friendly yang harus segera saya perbaiki.

Kita juga harus terus memantau backlink yang mengarah ke website yang kita kelola dengan cara cek di Google Search Consol pada menu Tautan.

Jika ada link yang sekiranya mencurigakan, silahkan laporkan ke Google dengan cara Disavow Links.

Selain itu, kita juga bisa memantau kinerja Website melalui Google Analytics di bagian Insights, misalnya saja masalah yang saya temukan sebagai berikut.

Artinya ada salah satu halaman di website saya yang memiliki kecepatan yang lambat dan harus segera diperbaiki agar ranking tidak turun.

Proses audit semacam ini setidaknya saya lakukan 1 minggu sekali.

Kurang lebih seperti itu hal-hal yang biasa saya lakukan dalam hal pengelolaan SEO. Blueprint SEO ini masih jauh dari kata sempurna dan mungkin ada beberapa hal yang saya belum memasukkannya karena lupa. Jadi, jangan sungkan menyampaikan pertanyaan melalui komentar kalau sekiranya ada yang ingin ditanyakan. Saya akan jawab di komentar atau saya akan tambahkan ke artikel jika memang diperlukan.

Salam hangat,

Airul.

Total
204
Shares
61 komentar
  1. Assalamu’alaikum mas airul 🙂
    Saya selalu senang saat membaca artikel yang mas tulis baik disini atau di mastah seo, dan saya banyak belajar dari sana.

    Saya mau tanya mas, saya punya blog jualan yang sudah lama saya kelola, dan dulu masih pakai artikel spin untuk kota kota.
    Akhir akhir ini blog saya tersebut drop parah, saat saya cek karena konten nya tipis dan saling mirip.

    Saya lakukan penghapusan artikel artikel lama tersebut dan link 404 saya redirect ke halaman khusus. (Karena artikel baru sudah nulis manual, artikel lama saja yang spin)

    Tetap saja banyak keyword yang susah untuk naik lagi.
    Saya bingung antara memperbaiki web ini atau membuat web baru, karena membuat web baru juga harus memulai semua dari awal umur, artikel, backlink dll

    Baiknya kalau menurut mas apakah saya memperjuangkan blog lama atau membuat blog baru dengan struktur dan konten yang lebih tertata ?

    Terima kasih sebelumnya mas 🙂

    1. Wa’alaikum salam

      Memperbaiki blog yang drop pada dasarnya bukan hal yang mudah mas, terkecuali kita benar-benar punya data apa saja penyebab blog tersebut drop.

      Konten yang bermasalah ini bisa jadi cuma satu diantara masalah lain yang belum mas temukan. Kalau saya (secara bisnis) saya akan lebih memilih untuk buat blog baru, sembari nyari2 apa yang bikin blog lama ini drop. Daripada kita buang2 waktu (dan gak menghasilkan apapun).

      Mungkin itu saran yang bisa saya berikan.

  2. Assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatuh

    Mas Airul saya sangat suka artikelnya dan membuka insight baru..

    Saya ingin bertanya mas, terkait dengan masalah mobile friendly pada web. Saat ini saya memakai AMP plugin pada web saya agar mobile friendly..

    Tetapi, akhir akhir ini saya baca d banyak forum2 bahwasanya AMP menurunkan visitor dan rangking kw Kita.. nah menurut mas Airul sendiri AMP plugin sebaiknya dipakai atau d copot saja , dan solusi yang baik buat web biar mobile friendly itu gmn mas ?

    Terimakasih

    1. Wa’alaikum salam.

      Terkait AMP, saya sempat membuat tulisan di mastahseo.com bahwa AMP memiliki potensi menaikkan bounce rate (jika kita belum tahu cara menggunakannya dengan tepat). Itu pendapat saya.

      Sementara pendapat lain dari Brian Dean (backlinko.com) mengatakan bahwa AMP bisa membatasi fungsi-fungsi dari website kita (misalnya jquery).

      Pada intinya, AMP diciptakan Google tentunya dengan sebuah alasan. Problemnya bukan di AMPnya, tapi di bagaimana kita mengelola situs dengan AMP. Jikalau dirasa masih minim pengetahuan, menurut saya sebaiknya jangan digunakan terlebih dahulu. Pelajari terlebih dahulu sampai tuntas 🙂

  3. Setelah membaca artikel di atas, ternyata banyak sekali cara yang saya lakukan itu keliru. Terima kasih pencerahannya mas airul.

  4. Optimasi Offpage, apakah mas Airul juga suka memakai source link dari web 2.0 seperti Wikidot, Pen.io dan sebagainya untuk diversity?

    1. 1. Saya gak mikirin diversity, diversity versi saya adalah membuat link yg seakan diberikan web lain secara natural.
      2. Saya jarang makai backlink dari sumber ke-3 yg banyak dipakai pemain SEO lain. Terlebih sumber backlink yg rentan di spam pemain SEO lain.
      3. Dari tulisan diatas, artinya saya gak begitu maniac backlink.

      Secara kesimpulan, saya tidak memakai sumber backlink yg disebutkan diatas.

      1. Oh ya mas, apakah kalau saya buat artikel di medium.com, terus saya kasih link mengarah ke blog saya, apakah itu udah termasuk backlink? Apakah berpengaruh untuk peringkat di serp? Terima kasih sebelumnya …

        1. Semua link yg mengarah ke blog bisa disebut backlink, darimanapun link itu berasal. Mengenai berpengaruh atau tidak, itu relatif, banyak parameternya. Let’s say artikel di mediumnya hasil copas, malah bisa berpengaruh buruk untuk serp.

          1. Begitu yah mas.. Boleh saya tanya lagi?

            1. Kalau Backlink profile gimana mas? Apa mas airul suka pakai juga?

            2. (Kalau iya), apakah link dari source situs notabene bahasa Inggris bagus untuk lokal?

            3. Kalau kita guest post (Paid), lalu ngarah link ke salah satu moneysite, memang homepage nggak otomatis nambah authority ya mas? Cuma page yang di-link saja?

            4. Kalau misalnya guest post, bisakah mengarahkan dua link ke homepage dan artikel sekaligus? Misalnya :

            – Spesifikasi Realme U1 > Artikel
            – ReviewGadget.com > Homepage

            Mengingat bisa dapat double link, cuma saya nggak terbayang gimana cara supaya kelihatan natural 😀

            PS : Maaf mas banyak tanya.. Banyak yang bingung tapi susah nyari ahlinya, jadi ada blog mas irul langsung abrek aja ahaha

          2. 1. Backlink profile saya sekarang jarang sekali pakai mas. Ada beberapa alesan, kenapa udah mulai jarang pakai, salah satu alesan terkuat adalah kompetitor bisa nyontek dengan gampang.
            2. Backlink bahasa apapun sebenarnya bisa bagus / enggak bergantung banyak hal (strategi kita, kualitas sumber backlinknya, dsb). Jadi menurut saya, bahasa tidak bisa jadi patokan utama bagus atau tidaknya.
            3. Backlink yang mengarah ke 1 page, umumnya hanya berpengaruh ke 1 page saja. Beda dengan homepage, karena homepage ini dominan sekali, dia ibarat induknya.
            4. Bisa, selama bisa bikin natural.

  5. Halo mas Airul,
    Salam kenal,

    Techniques of Search Engine Optimization (SEO) are
    observed from four aspects: structure optimization, keywords
    optimization, content optimization, and link optimization.
    .
    Sumber Paper:
    Fuxue Wang, Yi Li, Yiwen Zhang, An Empirical Study on the Search Engine Optimization Technique and Its Outcomes. 2011.

    Yang ingin saya tanyakan setelah membaca artikel Mas Airul adalah bagaimana cara meyakinkan klien bahwa backlink (link optimasi – offpage) dg exact keyword adalah bukan segalanya dalam meranking. Technical SEO sudah diterapkan semua, jd klien pikir ranking itu ya wajib nge-backlink (link optimasi – offpage). Padahal yang perlu ditekankan adalah di bagian optimasi konten. Klien gak mau gambling sih katanya, dia mau pake cara backlink PBN terus yg terbukti di banyak webnya. Kasus ini adalah Seluruh webnya itu web jualan tanpa adanya blog.

    Semoga berkenan menjawab kegelisahan saya sebagai SEO Profesional.

    Terima kasih.

    1. Salam kenal juga Mas Wahyu,

      Saya pribadi pernah menjadi SEO Lead di salah satu perusahan konsultan bisnis yang berbasis di Singapura (2015 – 2017). Jadi saya paham betul bagaimana kegelisahan yang dirasakan.

      Memang benar, kadang beberapa perusahaan yang “kolot” soal SEO, dan sebenarnya itu hal yang menurut saya wajar mengingat apa yang mereka kejar adalah keuntungan secara bisnis

      Hal yang biasanya saya lakukan melakukan A/B testing tersendiri untuk bahan meyakinkan perusahaan tersebut. Selain itu saya juga memberikan beberapa referensi dari beberapa situs SEO ternama yang memberikan update perkembangan terbaru terkait SEO.

      Hal yang perlu menjadi catatan, saya kala itu di posisi in-house (bukan freelancer), jadi secara politik perusahaan saya masih bisa kontrol. terlebih posisi saya sebagai seorang SEO Lead.

      Hal ini belum tentu bisa diterima jika posisi mas sebagai pihak ketiga (karena mas menyebut klien), tapi mungkin tidak ada salahnya untuk dicoba.

      Mohon maaf kalau jawaban saya kurang memuaskan, karena saya pribadi minim pengalaman di bidang ngurusin “client”.

      1. Hingga saat ini saya belum bisa membantah keinginan klien terkait itu oleh karena selama teknik backlink masih work dan belom berdampak pada kebanyakan klien yg saya pegang. Karena masih minimnya track record /bahan yg bisa meyakinkan klien untuk melakukan perubahan SEO disisi lain selain backlink.

        Sebelumnya terima kasih atas sharingnya dan jawabannyam Mas Airul. Saya belajar banyak dari sharingnya mas Airul dan saya juga pernah brainstorming duduk bareng sedikit juga terkait SEO dg mas Udhi. Semoga nanti kita bisa berdiskusi lebih mendalam dalam hal ini dan semoga bisa bekerja sama dg Mas Airul kedepannya . ^^

  6. Assalamu’alaikum mas airul

    Pertanyaan yang agak complicated buat saya

    Kalau PBN kan kita cari dulu source link asalnya darimana supaya nanti berkualitas

    Sampai saat ini saya biasa mix antara PBN dan Content-Content placement dari situs Indonesia

    Yang jadi masalah, kebanyakan situs yang ingin saya pakai jasanya untuk content placement punya beragam source backlink kurang bagus dan cenderung spam

    -Comment
    -Forum
    -Dan lain-lain

    (Saya cek memakai Majestic)

    Namun disisi lain situs-situs tersebut sudah punya traffik, seenggaknya minimal 5000 pageviews satu hari.

    Jadi intinya, apakah bagus memasang link contextual di website dengan trafik namun punya link yang cenderung agak spam?

    Karena hingga saat ini 80% situs yang saya temui karakteristiknya seperti itu (Di niche yang saya jalani)

    Terima kasih

    1. Wa’alaikum salam,

      Ini menarik dan saya akan jawab berdasarkan sudut pandang saya ya mas.

      Blog yg punya source backlink kurang bagus punya kecenderungan down sewaktu-waktu (misal ada update), itu poin pertama yang harus dicatat menurut saya. Artinya jika hjari ini minimal 5000 PV, nanti kalau ada update bisa jadi tinggal 50 PV. Meskipun ini tidak mutlak ya.

      Artinya, kalau maksa pakai ini, kita bisa dibilang agak gambling, berharap-harap cemas gak dapet penalti sumber backlink kita.

      Itu mungkin yang bisa saya jawab.

      1. Wah, pertanyaan menarik, kebetulan saya juga suka cari-cari blog buat guest posting di Facebook dan Ads.id

        Saya ingin tanya juga mas, misalnya web yang kita pasang link tersebut kena update dan trafiknya down

        Pengaruhnya akan kemana? Apa power backlink jadi berkurang? Atau web kita bisa kena imbas trafik jadi turun juga?

  7. Assalamualaikum mas

    saya ingin bertanya seputar “disavow” backlink jelek untuk blog saja.

    jadi gini mas, kasusu pertama, dulu sewaktu saya belum mengerti backlink yg bagus dan benar, saya iseng iseng cari cari backlink secara instan (backlink generator atau apa lupa saya). nah endingnya backlink yg dihasilkan sangatlah jelek (saya taunya belakangan ini).

    sementara untuk kasus kedua, blog saya banyak sekali di AGC & Copas blog lain, sehingga blog AGC & Copas tsb secara otomatis memberi link ke blog saya. tentunya itu backlink yang jelek

    kedua kasus diatas semua blognya masih ada embel embel blogspot.com.

    nah yang saya tanyakan, saya ingin disavow semua link diatas. apakah bisa saya mendisavow domain blogspot.com ? soalnya backlink jeleknya sudah 300 lebih

  8. Asalamualaikum mas airul..
    Sy awalnya punya blog. Taun 2016 visitor skitar 10k. Taun 2019 ini tinggal 1k . Dulu nembak keyword **hobi artikelnya pendek2 trus skarang udah banyak saingan artikelnya yg panjang akhirnya artikel blog sy tidak masuk page one google lagi.
    Pertanyaannya..
    1. Apakah sy harus memperbaiki artikel yg lama dengan menambah panjang artikel agar bisa masuk page one lagi?
    2. Apakah harus membuat artikel yang baru dengan judul sama dari artikel yang dulu?
    Matur nuwun…

    1. Wa’alaikum salam.

      Jawaban atas pertanyaan ini, bervariatif mas. Dalam SEO gak ada ceritanya main tebak2an, baca ulang artikel ini dengan baik, kemudian lakukan dengan analisa.

      Cari kesalahannya dimana. Artikel bisa jadi penyebab dan harus diganti, tapi belum tentu demikian jg.

  9. Assalamualaikum

    Mas, saya punya blog teknologi nih, dan belakangan saya mulai kesusahan nyari ide artikel, malas aja bawaannya.. jadi rencananya niche ny lebih saya perlebar, rencananya saya mau bikin2 artikel yang sedikit off topic dr niche blog saya, kmrin aja buat artikel cara komplain jne

    Apa itu tidak apa2 mas? Itu ane lakuin gara2 tiba2 aja adsense dr blog itu naik belakangan jd drpda ngada artikel mending saya gituin aja.. menurut mas gmn? Makasih

  10. Assalamu’alaikum mas irul
    sy mau bertanya cara memberikan balasan pada kolom komentar bgaimana jika blog tersebut sudah terdapat iklan.
    terimakasih.

  11. Thanks atas pencerahannya ms Airul.
    Maap saya Nub mau bertanya.
    1. Apakah blueprint SEO ini bisa diterapkan dan berpotensi sukses di platform blogger?
    2. Bagaimana pendapat/ pengalaman mas pribadi ttg platform blogger, apakah bisa juga sukses sperti postingan yg satunya, brpenghasilan besar dri platform blogger.
    3. Apa saran mas bagi pemula seperti saya yg baru belajar?
    Tks atas jawabannya

    1. 1. Secara keseluruhan tentu bisa, hanya teknis saja yang mungkin akan sangat jauh berbeda. Terlebih memang banyak sekali batasan2 fitur pada blogger.
      2. Menurut saya, gak banyak platform blogger yang bisa bersaing ketat di halaman pertama Google (Sejak 2 tahun belakangan ini), saya sendiri belum menganalisa penyebabnya apa, tapi coba dilihat pada keyword2 kompetitif, hampir saya tidak pernah melihat platform blogger (terkecuali yg sudah custom domain, tapi itupun jg jarang).
      3. Saran dari saya, orientasinya gak usah uang dulu, dibawa santai aja.

  12. mas Airul saya mau bertanya, cara untuk membuat schema org di bloggspot bagaimana ya?
    Saya cari tutorialnya di internet tapi susah untuk dipahami bagi saya, soalnya basic saya memang bukan di IT. Terimakasih mas

    1. Terlalu teknis dan sulit dijelaskan mas, satu yg jelas pahami bagaimana schema dan cara edit template blogspot.

  13. Gurih banget tulisannya, mendetail. Terima kasih atas sharingnya, kebetulan lagi cari referensi buat audit situs-situs lama yang udah nggak menghasilkan

  14. Penjelasan paling daging yg pernah saya baca soal dasar SEO .. trlihat gmpang tpi pedih dan pait ketika action hahaha ..
    Trima kasih kmbali trcerahkan saya mas

  15. Makasih mas irul setidaknya dengan adanya artikel ini, saya bisa memberikan perbandingan yang luas dan pengetahuan yang lebih lebar lagi soal seo. Terlebih di tahun yang banyak perubahan algoritma ini. Maaf saya tidak banyak menanyakan. Karena lihat komentar di post ini, sedikit banyak sudah terjawab. Sekali lagi, terima kasih

  16. Hallo mas Irul,
    Saya memiliki bisnis travel dengan menggunakan SEM, kemudian saya mencoba SEO mulai dari PBN, guest comment, media sosial share, onpage, markup, sampai backlink dari website berita. dan dari semua tehnik SEO ini saya masi belum mendapatkan hasil, so far PBN yg berpengaruh paling besar.

    website bisnis saya miliki memiliki kecenderungan bounce ratr tinggi karena fokus saya adalah konversi secepatnya dengan klik menuju whatsapp.
    Dengan situasi di atas apakah memungkinkan bisnis saya bersaing dengan bisnis sejenis dengan umur tua tanpa blog dan tanpa omtimasi.
    kalau boleh rekomendasi jasa seo expert

    1. Hallo mas Daniel,

      Apa webnya yg ada di profile untuk berkomentar? Jika iya saya coba jawab berdasarkan analisa singkat saya ya.

      1. Bounce rate tinggi bisa diatasi dengan membuat link ke WA menjadi open new tab, karena saya lihat tidak open new tab.
      2. Apakah bisa bersaing? Jika parameternya umur tua, jawabannya sangat bisa, karena di SEO umur tua tidak jaminan.
      3. Apa bisa tanpa blog? Jelas sangat bisa, karena SEO itu gak harus menggunakan blog.
      4. Bisa tanpa optimasi? Kalau ini jelas sangat berat, terlebih jika persaingan di keyword yang mas bidik cukup kompetitif.

      Terakhir, untuk jasa seo, tim saya ada yang bisa menangani, bisa WA ke https://wa.me/6282231103316 kalau mau ngobrol2 terlebih dahulu.

  17. Udah Lama ndak bca2 artikel disni ..
    Ngeblogku ternyata masih salah
    Ok ulangi lagi dri penataan keyword biar lebih gampang nulisnya ,soalnya kalau rewrite atau nulis berdasarkan topik yg di pahami kadang suka mentok di idea .
    Thanks mas airul

  18. Assalamualaikum
    Mas mau Tanya, rekomendasi hosting yg bagus apa ya? Yg bikin speed website kenceng, nampung trafik banyak, kalo ada lokal mas,
    Terimakasih

    1. Saya jarang sekali pakai hosting, biasa pakai VPS atau dedicated server. Jadi lebih mudah untuk di kontrol dan di olah sendiri agar speed bisa kenceng. Jadi kurang bisa memberikan rekomendasi yang cukup baik terkait ini.

  19. halo mas airul,
    saya seneng baca blognya , jadi tambahn wawasan.
    ada yg saya masih bingung untuk internal link.
    saya kutip :
    “Misalnya dari “cara membuat bootable flashdisk” ke “cara install windows 10”. Kita bisa bikin di bagian bawah artikel “cara membuat bootable flashdisk” misalnya.”
    Jadi gmn mas urutan pembuatan artikelnya, apakah pembuatan artikelnya dari bawah keataz., contoh dibuat dulu artikel “cara install windows 10” lalu selanjutnya bikin artikel “cara membuat bootable flashdisk” supaya bisa di linkan urlnya, ?

    1. Urutan tentunya bebas sesuai selera mas, karena nanti secara teknis kan isi kalimat dari artikel yg ditulis setiap orang berbeda-beda.

      Kalau saya cenderung dari atas kebawah: bikin dulu “cara membuat bootalble flashdisk” kemudian baru “cara install windows 10”.

      Perlu dicatat juga bahwa artikel harus dipublish secara berdekatan, karena kalau enggak kan internal link-nya nanti not found.

    1. 1. Theme blog variatif, saya gak ada rekomendasi khusus, yg penting clean code aja sesuai penjelasan diatas.
      2. Panel VPS saya kurang tahu, ada tim yg mengelola.

  20. Assalamu’alaikum mas Airul, ilmunya sangat bermanfaat.

    Oh ya mas, heading daftar isi saya liat h2, di tema bawaannya saya lihat untuk ToC h5. Apakah ada cara buat gantinya? Atau mas custom lewat function?
    Terima kasih mas. Pengen tau juga biar bisa dapat struktur halaman lebih bagus

    1. Wa’alaikum salam.

      Iya untuk plugin-nya ada sedikit editing. Di ubah dari H5 ke h2 (karena kebutuhan saya begitu). Jadi ini pure teknis pribadi sih (soal content management), gak harus di ikutin banget.

  21. Terima kasih mas, kebetulan saya juga tertarik. Soalnya struktur halaman jadi lebih rapi.
    Termasuk breadcrumb yah, saya cek juga ternyata custom.

  22. kang mau tanya, cara agar jdul artikel di search engine dan judul di blog berbeda (lebih pendek atau hanya kata kuncinya saja) seperti mastahseo.com gimana ya kang.

    1. Tinggal kolom judul asli WordPress dibuat pendek.

      Kolom judul plugin (All in one seo, yoast atau sebagainya) dibuat versi panjang.

  23. Ngarahin link ke homepage seperti yang mas airul bilang, apakah ngaruhnya lumayan mas? Berarti ini bisa efek ya ke semua keyword situs, ranknya jadi lebih baik?

    Misalnya saya build banyak link dari situs authority bagus (PBN misalnya), dan saya arahin ke Homepage. Menurut mas gimana, rugi gak?

    Lalu gimana cara mas airul menghitung kebutuhan link untuk ngerank satu artikel? Apa pakai cara satu-satu sampai ‘cukup’?

    Saya lagi bingung disini, ngehitung kebutuhan backlink mas. Takutnya ga cukup akhirnya malah stuck ranking (Karena banyak kompetitor pakai blocker)

    Terima kasih banyak

    1. Membangun backlink memang sebaiknya di mulai dari homepage dulu, itu udah jadi rahasia umum SEO sejak dulu.

      Backlink gak harus di hitung, karena quality lebih bagus dibanding quantity. Jadi konsepnya jangan hitung2an. Belum lagi parameter page one bukan cuma perkara backlink doang, tapi banyak hal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *