Kisah Sukses: 100 Juta / Bulan dari Google AdSense

Kisah Sukses: 100 Juta / Bulan dari Google AdSense 1

Mungkin sebagian dari kalian berfikir bahwa menghasilkan ratusan juta per bulan dari blog bahasa Indonesia adalah sesuatu yang cuma bisa dilakukan oleh media-media besar. Tapi bagaimana jika saya bilang itu hal yang wajar?

Ini buktinya…

Ya, foto tersebut adalah foto pengasilan AdSense dari 2 blog berbahasa Indonesia. Karena saya cukup mengenal pemilik blog ini, saya ingin coba membagikan kisah sukses dia dalam mengarungi kerasnya dunia Blog dan SEO. Siapa tahu kesuksesannya bisa menular.

Tapi bentar… blog ini fokus banget ke urusan SEO dan bangun blog authority, jadi kalau kalian hobinya mainan kaya FB Ads to AdSense (atau sebagainya), mungkin kisah ini gak cocok buat kalian. Terkecuali mau banting setir.

Ngerjainnya berat, biar kita-kita saja.

Saya gak akan sebut namanya, tapi dia seorang laki-laki yang saat tulisan ini terbit masih berumur 19 tahun. Sengaja gak saya sebut namanya karena permintaan, dia gak pingin terkenal, gak pingin jual ebook atau bikin kursus.

Pemuda ini berasal dari sebuah tempat yang menurut saya cukup mengerikan, sebuah tempat yang suhunya (pas saya nginep di rumahnya) mencapai 14 derajat celcius. Tempat tersebut berlokasi di Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Pertemuan pertama saya dengan dia berlangsung di Jakarta, sekitar awal tahun 2018 yang lalu. Saat itu, saya, Satruk dan Yugi sedang menghadiri pernikahan salah satu anggota Mastah SEO, Muhammad Rizam.

Satruk atau Yugi (saya lupa, tapi yang jelas salah satu diantara keduanya) meminta izin ke saya untuk membawa satu orang teman ke kamar hotel tempat kita menginap, katanya orang tersebut mau ketemu saya. Ya udah, karena teman mereka berdua, maka saya izinkan.

Ya kala itu saya dijejali dengan beberapa pertanyaan seputar SEO. Selain itu dia sempat curhat bahwa dia kala itu sedang bekerja di sebuah perusahaan karena “balas budi”, intinya karena dia SMA-nya dapet beasiswa gitu.

Sebagai catatan awal: Saat pertemuan ini, blog dia baru punya trafik sekitar 2000 / hari, untuk pengasilan berkisar 800 rb / bulan. Artinya gajian 2 bulan sekali dari AdSense.

Itulah sekilas perkenalan saya dengan yang bersangkutan, yang akhirnya membuat saya mengizinkan yang bersangkutan untuk masuk ke inner circle-nya Mastah SEO.

Selang beberapa bulan, saya sedang ada project website travel, dan dia menawarkan diri untuk membantu saya dan tim. Kala itu saya cuma bilang, “Gue gak bayar kalau mau ya silahkan”.

“Gak papa mas, saya pingin tahu teknis dengan belajar langsung”, jawabnya.

Singkat cerita, dia saya kasih tugas untuk mengurus content website yang ditulis oleh para penulis. Publish artikel lah intinya.

Satu hal yang saya pribadi petik dari dia pada poin ini adalah begitu kuat keinginan dia belajar. Bahkan pada suatu hari, ketika saya meminta dia untuk berhenti ngebantu saya agar bisa fokus ke blognya sendiri, dia malah justru sedih dan merasa bahwa dia melakukan kesalahan sehingga saya “memecat” dia. Padahal, kala itu saya ingin dia mulai fokus sama dirinya sendiri, membangun blog yang sudah ada biar bisa segera resign dari pekerjaan dia saat itu.

Seperti yang saya jelaskan diatas, dia bekerja di sebuah perusahaan karena saat SMA mendapatkan beasiswa. Oleh karena itu, untuk resign dari perusahaan tersebut, ada penalti yang harus dia bayarkan sebelum masa baktinya usai. Totalnya sekitar 25 juta kalau tidak salah.

Waktu berjalan sampai pada akhirnya saya dapet update tersebut dari pak ketua kelas, Pramudya Ksatria Budiman (Satruk). Sekitar pertengahan Oktober 2018.

Sampai pada akhirnya, hal tersebut membuat dia ingin segera resign dari pekerjaannya. Sebuah pekerjaan yang menurut dia tidak sesuai dengan passion dia, passion dia yang SEO dan Blogging.

Sayangnya untuk resign, tidak sesederhana itu, hal tersebut karena uang tabungan dia sebenarnya masih belum mencukupi untuk membayar penalti ke perusahaan tempat dia bekerja. Akhirnya dia nekat meminjam uang ke salah satu anggota Mastah SEO lainnya untuk menambal kekurangannya.

“Bulan depan saya ganti!”, begitu ujarnya penuh keyakinan. Dan hal tersebut yang membawanya ke penghasilan 100 juta / bulan.

Gagal Hari Ini, Esok Bangkit Lagi!

Perjalanan dia di dunia blogging dimuali sejak tahun 2012, bukan waktu yang singkat dan mudah. Perjalanan blogging dia bisa dilihat secara lengap melalui gambar dibawah ini.

Kisah Sukses: 100 Juta / Bulan dari Google AdSense 4

Gambar diatas diambil dari slide yang dia buat untuk acara buka bersama IM Purwokerto beberapa waktu yang lalu.

Beberapa Hal yang Bisa Kita Pelajari

1. Dia adalah Orang yang Penuh Keyakinan

Terbukti dari keberanian dia meninggalkan pekerjaan, bahkan dia berani sedikit gambling dengan meminjam uang untuk menutup kekurangan penalti dia ke perusahaan yang telah membiayai sekolahnya.

Ini bukan perkara mudah untuk mengambil keputusan sebesar itu mengingat saat ini usianya baru 19 tahun.

2. Kemauan Belajarnya Sungguh Tinggi

Kita bisa melihat bahwa dia menawarkan diri ke saya untuk membantu saya mengerjakan project saya dan tim tanpa saya bayar. Tujuan dia cuma satu, bisa belajar langsung dari SOP yang sudah saya buat.

Jadi jangan dikira saya ngajarin dia secara penuh, sama sekali enggak. Dia mengamati apa yang saya kerjakan, mengamati SOP saya dalam mempublish artikel (karena saya tugaskan untuk publish artikel), tanpa sekalipun bertanya sama saya.

Dari situ, dia mencatat segala sesuatunya, bener-bener di catat. Bahkan ketika beberapa minggu yang lalu bertemu saya, dia catat jawaban-jawaban dari saya.

“Takut sampai rumah lupa mas”, begitu katanya.

3. Disiplin

Disiplin ini yang menurut saya susah ditiru, dia bisa gak tidur kalau pikiran dia belum kosong.

Bayangkan, dia siang musti kerja di perusahaan, ngurus blognya sendiri, dan bantuin saya setiap harinya. Tanpa disiplin waktu, semua gak bakal bisa. Tanya diri kalian, kira-kira sanggup di posisi dia?

4. Etos Kerja

Dia punya etos kerja yang menurut saya luar biasa. Pernah suatu ketika, ternyata dia sudah punya 1 karyawan (penulis), tapi kala itu dia masih membantu saya.

Dan hal yang terjadi, tanggung jawab yang saya bebankan ke dia tetap dia sendiri yang mengerjakan. Padahal bisa saja dia minta penulisnya untuk menggantikan dia membantu saya. Sekali tanggung jawab, tetap tanggung jawab.

Etos kerja inilah yang sampai saat ini dia pegang, terbukti meskipun dia sekarang sudah punya sekitar 5 orang penulis, dia tetap memastikan urusan Quality Control di tangan dia.

5. Fokus Menyelesaikan Masalah daripada Mengeluh

Saya ambil contoh yang sangat sederhana saja. Coba bayangin di tempat yang pelosok, gunung, suhu mencapai 14 derajat celsius, kira-kira ada internet gak?

Udah itu aja, pasti udah paham maksud saya kan?

Apa yang Musti Dilakuin untuk Membangun Blog Seperti Dia?

Saya gak akan bahas SEO, soal SEO bisa dibaca di artikel saya tentang Blueprint SEO. Disini saya akan fokus membahas beberapa printilan kecil yang perlu diperhatikan ketika kalian emang bener-bener mau bikin blog Bahasa Indonesia dengan penghasilan super.

Jawabannya adalah buatlah blog sesuai minatmu!

Coba buka daftar blog yang kalian punya, berapa banyak blog yang cuma dibikin karena ngejar AdSense doang?

Misalnya, kalian gak punya pengetahuan soal otomotif, gak punya hobi otomotif, tapi karena demand gede, ya udahlah bikin.

Bikin blog yang gak sesuai passion sebenarnya sah-sah aja, asal kalian benar-benar memastikan bahwa artikel yang kalian sajikan bener-bener worth untuk pengunjung. Gak cuma asal rewrite atau beli di jasa penulis artikel doang.

Nah, apa yang dilakukan sama pemilik blog diatas juga seperti itu, dia adalah orang yang punya hobi di bidang teknologi. Maka dia buatlah blog untuk menyalurkan hobi dia.

Bahkan ni…

Meskipun dia sekarang sudah punya sekitar 4-5 penulis pribadi di rumahnya, tapi Quality Crontol tetep di tangan dia. Dia tetep terjun ke urusan posting dan editing untuk benar-benar memastikan semua hal sesuai dengan SOP dia. Jadi gak cuma beli atau bayar orang, trus posting langsung.

Kenapa sih musti bikin blog sesuai dengan hal yang kita suka?

Ini yang sering saya share ke temen-temen. Dan jawabannya sederhana banget.

1. Tidak Mengejar Uang

Mengejar uang buat saya adalah sebuah kebodohan!

Tugas kita sebagai manusia adalah menanam, urusan panen itu urusan yang diatas.

Cak Nun

Saya tumbuh sebagai masyarakat Maiyah, dan akhirnya banyak pola pikir saya yang terbentuk oleh hal-hal yang disampaikan oleh Cak Nun. Pola pikir itu pula yang sering saya selipkan ke sharing-sharing saya baik di sosial media maupun di inner circle saya, Mastah SEO.

Membangun blog yang berdasarkan minat kita akan membuat kita lebih tulus dan ikhlas. Saya ambil contoh sederhana, dari blog saya ini misalnya, saya bahkan gak tau mau monetizing blog ini kedepannya atau enggak. Yang saya lakukan hanya membangun blog ini untuk menyalurkan isi kepala saya. Saya cuma membuat sebuah arsip tentang apa yang sedang ada dipikiran saya.

Itupula yang dilakukan oleh si pemilik blog berpenghasilan ratusan juta perbulan dari AdSense diatas.

2. Membuat Kita Semangat

Pernah gak kalian tertarik dengan sesuatu kemudian ketertarikan tersebut membuat kalian terngiang-ngiang sampai gak bisa tidur?

Saya pernah diceritain sama yang punya blog ini.

Pernah saya pas masih di Jakarta mas, masih kerja. Dulu saya lupa mas Airul itu nge-share apa, tapi sharing tersebut bikin saya gak bisa tidur karena saya belum paham maksud mas Airul ini apa. Saya mikirin itu dan nyari-nyari di Google buat mahamin apa yang mas Airul maksud.

BTW saya lupa kalimat aslinya bagaimana, cuma yang jelas kalau kalian udah nemu hal yang interesting seperti ini, segala sesuatu akan lebih menyenangkan untuk dijalani.

Membangun blog yang sesuai minat kita akan membuat kita tidak mudah “patah” ketika kita belum mendapatkan hasil berupa uang. Ya karena itu, orientasinya adalah menyalurkan hobi, syukur-syukur dapet duit. Mindset ini yang harus dibangun terlebih dahulu.

3. Tidak Mudah Puas

Tidak mudah puas disini jangan diartikan sebagai serakah ya. Tapi lebih ke kita akan merasa ingin terus berkembang dan mengembangkan blog yang kita punya. Kita akan terus cari kira-kira apa yang kurang. Bahkan kesalahan tanda baca di artikel langsung buru-buru di benerin, gambar di artikel yang jelek dibenerin, dan banyak hal lain yang akan membuat kita terus mencari hal-hal baru agar blog kita terlihat perfect di mata pengunjung.

Karena apa? Karena kita membangun blog tersebut untuk mengejar kepuasan diri sendiri dibandingkan hanya mengejar uang, uang dan uang.

4. Lebih Mudah Mengelola

Ini poin penting juga dari sisi teknis. Dengan mengelola blog yang sesuai dengan hobi kita, kita akan lebih mudah mengelolanya.

Orang yang hobi merawat kucing akan paham blog soal merawat kucing itu harusnya bagaimana, keyword-nya kira-kira apa aja. Semuanya akan tergambar dengan nyata bahkan tanpa kita harus riset keyword.

Kesimpulannya adalah…

Lakukan sesuatu hal karena hal tersebut akan membuatmu bahagia, uang akan mengikuti di belakangnya.

Airul

Terakhir…

Saya menulis ini bukan untuk kepentingan pribadi atau Mastah SEO, apalagi bikin testimoni soal Mastah SEO. Mastah SEO bukanlah kursus berbayar, melainkan sebuah komunitas (gratis) berbasis kekeluargaan.

Semua tulisan ini sengaja saya publish karena secara pribadi saya memiliki kekaguman terhadap sosok yang dimaksud dalam tulisan ini. Minimal bisa menjadi pengingat untuk diri saya pribadi atau teman-teman di mastahseo lainnya.

Sekian dari saya, semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi.

Airul.

Total
238
Shares
51 komentar
  1. artikel ini merupakan Motivasi Besar buat saya ,, kebetulan blogIndo sy baru mencapai 2K visitors, namun pendapatan adsensenya pas-pasan aja.

    sekira mas airul berkenan menjawab, dari pengalaman yg bersangkutan dari setahun terakhir ini pendapatan bisa melonjak 100x lipat jumlah posting harian yang rutin perlu dilakukan berapa artikel dalam sehari mas?

    Kemudian yang bersangkutan melakukan riset KW nggak mas? KW dengan search volume tertentu saja ATAU langsung buat artikel sesuai dengan topik yg lagi nge-trend(misal target KW merek hp X baru saja launching)?

    semoga berkenan memberi pencerahan

    1. Kalau total artikel/hari saya kurang tahu, satu yang jelas secara teknis memang sangat fokus di SEO, ngejar keyword dengan pencarian tinggi. Keyword yang dipakai keyword umum (dengan search volume tinggi), bukan keyword yang nge-trend.

      1. Maturnuwun sanget pencerahannya mas Airul,, 1 pertanyaan terakhir mas:
        Narget KW search volume tinggi, tiap artikel beliau minimun berapa kata mas?

        1. Kalau pernah baca artikel2 saya seputar seo, tentu sudah sering membaca bahwa saya tidak pernah ada aturan minimum soal artikel, 100 kata juga gak ada masalah.

          Sesuai cerita dia, semua teknis yang dia umumnya menggunakan materi yang saya tulis di blog saya https://www/mastahseo.com dan https://airul.blog/blueprint-seo, jadi bisa dibaca2 terlebih dahulu.

          Selebihnya, mohon maaf ya mas, saya tidak bisa melayani pertanyaan seputar teknis melalui artikel ini, silahkan sampaikan pertanyaan sesuai dengan topiknya. Pertanyaan seputar SEO, bisa disampaikan pada artikel-artikel yang lebih spesifik membahas SEO.

          1. Baik terima kasih banyak mas Airul. Artikel yg disebutkan sdh sy baca, mrmang sudah komplit sekali isinya. Tinggal kitanua yg konsisten praktek, tp agak mumed mau mulai optimasi dr mana lg terutama ttg Backlink. Soalnya cm bisanya nulis doang. #curcol hehe 😀

    1. Kalau tanya jawa lewat online, saya dengan berat hati menolak. Tapi kalau mau offline, InsyaAllah masih bisa diusahakan.

  2. Satu poin yang saya tangkap, dalam usaha apapun yang terpenting adalah passion, gigih dan growth mindset.
    Sangat menginspirasi mas airul, semoga saya bisa mengikuti jejak suksesnya.

    1. Betul, passion, kegigihan dan kemauan untuk berkembang adalah kuncinya. Oleh sebab itu fokus dari artikel ini gak membahas teknis membuat blog seperti itu secara mendalam. Karena jago SEO, gak jaminan bisa bikin blog seperti ini.

  3. Kalau saya sekarang lagi ada di posisi menekuni blogging, hanya saja orang tua masih menuntut saya untuk kuliah minimal S1. Mungkin sih memang karena saya belum pernah gajian karena AdSense sangat receh sekali.

    Sekarang saya baru saja lulus dari SMA di Magetan dan kalau memang orang tua seperti itu saya nurut saja persiapan kuliah.

    Kalau sudah begini, apa yang harus saya lakukan mas? Padahal saya masih pengen fokus ngeblog, saya rasa kalah kuliah malah kurang produktif buat ngeblog.

    Terakhir, saya sering kali lihat status yang dibagikan dari mas Airul atau lainnya mengenai mastahseo. Itu cara daftarnya bagaimana mas?

    Terima kasih

    1. Setiap orang pasti punya masalah, tinggal bagaimana menyikapinya.

      Kalau menurut mas kuliah menghalangi buat ngeblog, coba bayangkan orang diatas punya 3 kesibukan sekaligus saat itu (kerja kantoran, ngeblog, bantuin saya). Kira-kira lebih sibuk mana dari kuliahnya mas?

      Terakhir terkait mastahseo. Saya gak bisa memberikan cara pasti untuk bisa gabung komunitas mastahseo, karena memang gak ada pendaftaran khusus. Umumnya orang yang bisa gabung mastahseo karena merupakan teman dekat dari salah satu orang dalam, tapi itu juga tidak jaminan. Banyak jg yang sering saya tolak meskipun punya orang dalem karena secara karakter tidak cocok atau karena masih angin2an (masih belum serius).

      Kita melihat karakter dari setiap orang yang berminat masuk, apakah cocok sesuai dengan karakter mastahseo. MastahSEO itu keluarga, jadi jangan heran kalau orang-orang mastahseo sering ngumpul gak jelas, kadang cuma untuk haha hihi bareng.

      Jadi kunci masuk mastahseo apa? Silaturahmi aja dulu, siapa tahu berjodoh.

      1. Wah terima kasih mas, ternyata masih banyak yang lebih repot
        Saya merasa lemah kalau mengeluh, saya juga sempat curhat ke teman malah dimarahi, siap mas. Saya akan menyikapinya dengan berjuang.

        Untuk ikut mastahseo, bagaimana saya mendapat info untuk ngumpul dan lain sebagainya? apakah saya menghubungi kontak terlebih dahulu?

        Terima kasih mas Airul

    2. urun pendapat

      Menurut saya jalani aja dulu, nanti ketemu jalannya. Apalagi orang tua menuntut S1, itu bagus.

      Motivasi S1 itu bukan untuk mencari gelar/ kerja tapi membahagiakan orang tua, bukankah restu Tuhan ada di restu orang tua? Saya sekarang S2, sejak S1 semester pertama saya freelance + fokus belajar IM, semester 5 sampai sekrang saya kerja FUll time jadi UI/UX Designer,

      Dalam 1 waktu saya: kerja kantoran full time, blogger full time, kuliah S2, kadang aktif dan bantu di komunitas. Jalani aja dulu mas, biasanya 6 bulan awal keteteran itu wajar. Asal yakin dan tekun nanti ketemu polanya sendiri

  4. Saya tahu orangnya, tapi nggak mau nyebutin, takut bener.
    Kemarin sempet kontak dan tanya-tanya juga sama orang yang bersangkutan, jawabannya juga sangat mantap. Beliau emang nggak ngajarin secara langsung, tapi kalau ditanya pasti jawab.
    Salut banget deh.

  5. Mantap sekali. Saya pernah dengar dengan satruk. Waktu itu sharing shating di acara pernikahan mas firman salah satu teman di surabaya.
    Semoga ketularan hu.

  6. Kegigihan yang luar biasa. Salut dengan mastah SEO yang mampu membuat anak muda seperti dia gigih dan semangat. Seolah manjada wajadanya dapet…

    mungkin ane bukan penggiat SEO yang menargetkan kata kunci tinggi. Tapi boleh juga ya narget keyword tinggi utk traffic.

    Pertanyaan ane simpel aja mas. Apakah backlink sekrang masih berpengaruh? Maklum sudah jarang backlink lagi

    1. Coba dibaja ulang dengan seksama mas, dia belajar blog dan seo sejak 2012, artinya perjalanan di dunia bloging dan seo sekitar 6-7 tahun. Jadi menurut saya tak cukup layak disebiut loncatannya terlalu signifikan.

  7. Alhamdhulillah kemarin dipertemukan dengan yang bersangkutan di bukber purwokerto, dan memang pribadi beliau sangat rendah hati sekali 🙂
    Banyak mendapat nasihat juga dari mas satruk untuk terus belajar dan action agar tidak stak

    Mau tanya mas, kalau yang saya minati itu niche yang sempit dan potensi pengunjungnya tidak banyak, apakah harus mencari minat yang lain, sambil tetap merawat web minat yang ada.

    Atau cari cara monetize yang lain, dan tetap di niche tersebut

    Terima kasih

    1. Saya punya berbagai macam sudut pandang soal ini mas.

      1. Niche sempit bisa dikembangin lewat strategi lain selain lewat Google, misalnya sosial media. Anggaplah blog ini atau mastahseo, secara trafik lebih kenceng dari sosial media. Karena berapa sih search volume keyword SEO? Kecil. Justru pemainnya lebih ngumpul di sosial media.
      2. Bisa di monetize dengan cara lain selain AdSense
      3. Bisa cari minat lain yang related dengan minat sebelumnya

      Agak susuh saya menjawab secara rinci, musti ngobrol dan duduk bareng biar tahu kesulitannya secara detil kalau mau saran dari saya atau temen2 mastahseo.

  8. Inspiratif banget kisah kesuksesannya, dia bisa terpuruk terus bangkit lagi dan itu semua dijalanin selama 6 tahun lebih adalah bukan sesuatu prestasi yang bisa dilakuin banyak blogger. Ada yang bilang bahwa kesuksesan adalah fungsi dari variabel usaha dan timing, jadi selain usaha yang matang juga diperlukan kesabaran

  9. So inspiring bgt, semoga bisa ketularan semangat nya jg. Sedari awal kepengen bgt bisa ketemu om Airul. Alhamdulilah udh bisa ketemu lngsng jg ke bang satruk.

  10. Terima kasih, Mas Airul sudah berkenan berbagi kisah inspiratif ini. Saya pernah pesimis karena sering ditolak adsense, dan memilih fokus belajar nulis. Tapi jujur saya masih belum bisa tenang karena beberapa blog enggak terurus. Kadang merasa bersalah juga, karena terlalu banyak waktu saya habiskan buat urusan pekerjaan dan mengabaikan blog sendiri.

    Sudah berkali-kali bangun blog, tapi gagal. Traffiknya enggak pernah bagus. Baru paham masalahnya, saya enggak serius coba nerapin SEO selama ini. Ngeblog hanya sebatas posting suka-suka aja.

    Semoga ke depan, saya bisa lebih baik lagi bangun blog. Terima kasih banyak ilmunya mas. Postingan-postingan di mastahSEO banyak mengarahkan saya untuk membenahi diri.

    1. Ada banyak hal di grup penulis bixbux yg kadang sering saya selipin jg, itu bisa jadi bahan referensi mas Seno menulis jg 🙂

  11. 2013 pertama kali kenal blog (era dimana mas satruk lagi main affiliate amazon + blogger muda sukses, hehe), dapet eraning receh dari blog download, 2014-2015 ngeblog setengah-setengah karena fokus sekolah, 2016 full fakum, 2017 diajak kakak bantuin tulis artikel kesehatan dan kenal juga ama manjadaa yang super gurih seo nya di niche kesehatan, ane punya blog kesehatan udah mau naik, eh google update algoritm ancur deh kena YMYL , 2018 fakum karena fokus kuliah+ organisasi . 2019 ane build blog walaupun platform blogspot karena kagak punya duit, hihi, ane percaya kalau serius bisa sukses kaya mas ini… amin . Sebetulnya saya ingin sekali datang ke acara bukber di purwokerto, tapi karena ane masih super newbie jadi minder deh.

    Ane pernah banting stir, pernah jualan coklat, jadi dropshiper marketplace, dan kagak berhasil semuanya. tapi saya menyadari 1 hal, saya kagak pernah fokus, 1 -3 bulan kagak ngehasilin yang gede langsung banting stir., maklum kena penyakit mataduitan kali , hehe

    Sekarang saya akan fokuskan di dunia blogging, walaupun kagak eraning 1-6 bulan bahkan setaun, saya tau, kalo saya bukan jualan cireng yang digoreng dan jual langsung dapet penghasilan.

    Ane sekarang pilih lagi jadi seorang blogger, karena teknis dan pengerjaannya flexibel but not easy, sekalipun ane sedang kuliah untuk ngeriset keyword saja mungkin sempat. dan mas ini masih sempat ngeblog sambil kerja dan bantuin tim mastah seo.

    But, saya lihat artikel ini sangat menginspirasi saya.

    Semoga mas airul dan team mastahseo makin sukses dan semua pembaca artikel ini bisa menjadi orang yang di ceritakan mas airul..

  12. Seringkali orang hanya ingin mendapatkan hasilnya tanpa mau mengikuti prosesnya.
    Setalah membaca ini saya jadi paham, kesalahan apa yang harus saya perbaiki.

    Terima kasih mas airul.

  13. Saya bareng resign pekerjaan dengan dia, suatu keputusan yang berat untuk fokus ke dunia masing2, tapi rencana yang maha kuasa memang indah 😀

  14. Menurut saya SEO dan blogging itu passion dan sharing. Kalo mengejar EARNING, tulisan yang ada ga akan bagus. Kegigihan luar biasa kalo mau exist di SEO dan Blogging. Pekerjaan SEO dan blogging itu seperti kita kerja di perusahaan sendiri. Kalo kita sendiri ogah-ogahan menulis, ngopeni segala macam yang ada di blog, belajar lebih baik lagi, pasti cepat QUIT.

    1. Saya suka banget dengan gaya tulisan di blognya njenengan Mas,

      Udah kaya ngobrol langsung, padahal gal pernah ketemu. Tapi kenal Yugi salah satu team mastahseo juga kalau ditanya pasti jawab plus jujur juga dan gak pelit ilmu.

      Kalau maen atau liburan ke Malang monggo kontak saya Mas, tak ajak ke Bromo sama kaya Mas Vatih dan team beberapa bulan lalu. Yugi janjiin ke Malang tapi gak berangkat2,

      Salam kenal dari Malang Mas Airul,
      Rio

      1. Salam kenal mas Rio,

        Salam kenal jg. Terima kasih untuk tawarannya, InsyaAllah jika memang nanti waktunya tepat main ke Malang 🙂

  15. Wow amazing, dari cerita tersebut saya sudah bisa melihat bahwa pemuda tersebut pantang menyerah dan terus bangkit bila gagal. Btw, backlink yang baik itu nunggu umur web sampai berapa bulan ya? Tolong infonya Mas Airul.

  16. Cukup sulit untuk konsisten ngeblog apalagi masih belum dan jauh dari kata berpenghasilan.. semoga kami yang masih newbie didlam dunia duit-duit adsense ini tetap masih mau belajar, dan smoga mastah2 masih tetap mau sharing ilmunya..hehe

  17. keren

    terharu mbaca ceritanya

    kayak ngrasain betapa gigih na seseoran buat mencapai suatu titik
    satu yang bisa dipelajari. pasti dia orgnya sangat konsisten

    konsisten buat belajar dan cari tahu,

    jadi iri. iri kalau belum punya kekonsistenan kayak beliau..

    makasih motivasinya mas.. bikin gerrrrrrr bgt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *